Cemburu dan Masa Lalu

Beberapa hari lalu aku membaca salah satu postingan temanku di Facebook. Temanku ini mengutarakan kekecewaannya karena ada salah seorang perempuan yang mengucapkan selamat ulang tahun pada suaminya melalui pesan langsung “Perempuan yang kirim pesan pribadi untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke suami orang lain, tergolong perempuan-perempuan yang minta disumpahin cepet nikah biar ga caper lagi sama suami orang”, begitu kira-kira isi postingan teman saya itu.

Lalu tadi pagi saat mau siap-siap untuk sarapan, aku iseng liat-liat postingan foto di Instagram sampai akhirnya aku menemukan postingan video punya suami yang ia post kemarin. Aku membaca sebaris kalimat di kolom komentar video tersebut “Baru aja dimimpiin, eh muncul di timeline wkwk” dari mantannya. Aku melirik ke arah suami yang saat itu ada disebelah, suami rupanya sadar kalau aku udah agak lama ngeliatin dia, lalu dia mengusap-usap kepalaku, adem rasanya saat itu tapi entah kenapa ada perasaan lain yang saat itu aku rasakan. Cemburu kah?

Ini sudah kedua kalinya aku dapati mantannya mengomentari postingan suami di sosial media. Sebenarnya hanya sekali mantannya berkomentar di postingan suami, yang satu lagi (ini yang pertama) mantannya berkomentar “lol” dipostingannya sendiri yang merupakan foto suami dan (yang saat itu menjadi) pacarnya sedang membuat manusia salju, foto kenangan mereka dua tahun yang lalu. Hhhhhh, kenapa sih sosial media sekarang malah memunculkan kenangan lama yang sepertinya kok menyakitkan ya kalau aku liat dan membayangkan keakraban mereka dulu.

Aku iseng-iseng ngobrol ke suami “Duh, gaya nih, ada yang baru dimimpiin” suami awal-awalnya kebingungan waktu aku bilang kayak gitu pagi tadi, tapi pas sore aku bilang kayak gitu lagi rupanya suami sudah tahu apa yang aku maksud. “Kamu cemburu?” aku langsung menjawab “Nggak” karena aku ga tahu apa yang saat itu aku rasa. Aku juga takut kalau memang ternyata aku cemburu, karena sepertinya aneh dulu aku ga pernah cemburu sama sekali saat suami membicarakan pacarnya (saat suami belum melamar aku) tapi kenapa sekarang setelah menikah aku merasa kayak gini, aneh kah?

Salah satu teman kami bilang “Seharusnya lu ga cemburu lagi, ngapain coba? Kan lu udah nikah sama suami lu” tapi yang namanya perasaan ga bisa dibohongi. Wajarkah kalau aku seperti ini? Apalagi suami pernah menjawab bahwa di satu sisi aku dan mantannya memiliki sifat yang sama. Bodohnya aku saat itu, kenapa aku harus bertanya apa suami masih ingat mantannya atau ga. Ingin aku memutar waktu supaya pertanyaan bodoh itu ga pernah terlontar supaya aku tidak usah mendengar jawaban yang entah kenapa terasa menyakitkan.

Apa yang harus aku lakukan supaya aku bisa berdamai dengan hati?

 

Suamiku,
Sering aku bertanya, apakah masih kamu memikirkan tentangnya?
Tentang dia yang bertahun-tahun bersamamu, menyayangimu, cemburu pada siapapun yang dekat denganmu.
Diakah yang kamu lihat saat kamu melihatku?
Diakah yang kamu ingat kala kamu memperhatikanku?
Sering aku bertanya, kapan aku mulai cemburu padamu?
Bukankan kita bermula dari dua sosok yang sama sekali tak saling mengenal?
Semakin banyak waktu yang kita lalui bersama membuat perasaanku padamu bertambah dan semakin bertambah.
Semakin kupikir, semakin aku menyadari, bahwa pada detik pertama aku cemburu, aku telah jatuh cinta kepadamu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s