Hamil itu Bukan Perlombaan

Beberapa hari yang lalu aku mendapat telepon dari keluargaku di Indonesia, tepat satu hari sebelum pernikahan adik. Aku senang bisa ngobrol dengan keluarga yang ada disana, karena lain dengan suamiku yang bisa kapan aja menghubungi keluarganya entah itu lewat Line, WhatsApp maupun Skype, keluargaku agak-agak ketinggalan zaman. Mama yang gak pernah ingin punya smartphone karena gak bisa makenya, bapak yang ga pernah bisa buka sms, ibu yang jarang megang hp walaupun cuma ibu yang bisa pakai smartphone di antara orang tuaku yang lainnya tapi tetap aja ibu gak tahu gimana caranya isi kuota.

Percakapan di telepon kali itu gak jauh-jauh mengenai seputar pernikahan yang akan berlangsung keesokan harinya. Terlalu banyak yang ingin aku tanyakan tapi sayangnya adikku waktu itu sibuk sampai akhirnya aku berbicara dengan salah seorang anggota keluargaku yang lain. Beliau bertanya “Gimana kabarnya? Udah isi belum?”, aku yang saat itu lagi nyuci piring spontan menjawab “Alhamdulillah. Belum”. Alhamdulillah untuk pertanyaan “Gimana kabarnya?” dan belum untuk pertanyaan yang satunya. Tapi respon dari seberang sana cukup membuat aku kaget. “Yee, belum isi kok alhamdulillah? Teu bisaeun ah*”.

Aku langsung nyengir-nyengir gak jelas saat itu. Untungnya itu cuma telepon biasa, bukan video call, seandainya itu video call pasti lawan bicara aku saat itu bakal ngeliat jelas ekspresi wajah aku yang kebingungan. Iya, bingung, kenapa harus ada kalimat “teu bisaeun”, seolah-olah siapa yang hamilnya cepat berarti mereka handal dalam membuat anak. Aku sudah bosan dengan respon masyarakat Indonesia yang seolah-olah sesuatu yang waktunya lama itu tampak seperti ketidakcakapan. “Kok belum nikah? Gak kepengen apa?”, “Kok belum hamil-hamil? Bilang suaminya, yang jago gitu” dan komentar-komentar lain sebagainya. WTF, padahal jodoh dan anak itu merupakan pemberian Tuhan yang ga pernah kita tahu kapan datangnya. Kita sebagai manusia cuma bisa bersabar, berdoa dan ga pernah berhenti buat berusaha.

Ngomong-ngomong, mulai dari akhir minggu lalu aku ngerasa perut aku sakit banget, rasanya kayak tegang, kram, kayak yang ditarik ke samping. Selain itu bagian panggul juga sakit, pegel kayak sakit kalau mau dapet tamu bulanan. Kepala pusing minta ampun, badan lemes terus bawaannyaa, rasanya kayak pengen sendawa terus tapi yang keluar malah muntah, mual-mual dan ga kepengen banyak makan makanan berat. Selang-seling badan rasanya kayak anget, kayak demam, tapi cuma sementara, dada juga sakit. Kenapa ya?

Suami bilang itu tanda-tanda kehamilan, semoga aja iya, aamiin. Tapi aku takutnya badan aku jadi begini karena aku berenti minum pil KB dan terjadi perubahan hormon. Bismillah, tanggal 20 Desember aku mau ke dokter kandungan untuk kontrol rutin sekalin mau ngebahas mengenai laparoskopie, apa aku masih tetep harus menjalankan prosedur itu atau ga. Semoga aja di perut aku emang udah ada si ciliknya, aamiin.

 

*Teu bisaeun: Gak jago, gak cakap, gak handal dalam melakukan sesuatu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s